Chapter 7 – Hewan-hewan………….Semuanya menuju ke bagian terdalam.
Penerjemah : Utsugi
Ketika kabut hitam yang menyelimuti gunungan mayat mulai memudar, gunugan mayat para serigala berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang.
Mengigat bahwa ada begitu banyaknya mayat serigala, cahaya muncul dari segala penjuru dan kemudian menghilang.
Aku tidak bisa mengatakan apapun karena mereka sudah menjadi mayat, tetapi aku pikir kalau ini sangat indah dalam artian lain.
Setelah melihat cahaya terakir menghilang, aku mengamati serigala yang masih hidup.
Mereka terlihat sama seperti serigala yang telah membahawaku kesini tetapi keempat serigala lainnya berukuran lebih kecil.
Terutama yang satu ini, apakah dia……anjing? atau salah satu dari mereka.
Wajahnya terlihat menakutkan akan tetapi sangat mirip dengan anjing.
Sepertinya memang anjing.
Dia tidak semenakutkan serigala pertama yang aku temui.
Serigala pertama yang aku temui cukup bijaksana. Pada awalnya aku terkejut tetapi aku berhasil menjinakknannya tepat waktu.
Aku bahkan berhasil menepuk-nepuk kepalanya.
Jika saja waktu itu aku tidak mewaspadai sekelilingku, aku tidak akan tahu apa jadinya diriku sekarang.
Aku senang mengetahui bahwa apa yang telah aku lakukan akan berakhir seperti saat ini.
“Kotor”
Ketika mereka mendengar perkataanku, mereka semua membuat ekspresi menyedihkan.
Apakah mereka mengetahui apa yang aku katakana?
Sepertinya mereka memiliki kecerdasan diatas rata-rata.
Bagaimanapun juga seperti yang kita tahu, serigala adalah hewan yang cerdas.
Kotoran masih bisa dibersihkan.
Aku mulai membersihkan bulu para serigala dan anjing, dan mengetahui bahwa bulu mereka halus dan indah.
2 serigala memiliki bulu berwarna silver.
2 serigala lainnya memiliki bulu berwarna putih.
Sedangkan anjing itu memiliki bulu berwarna coklat dengan sedikit corak hitam di beberapa tempat.
“Mari berteman!”
Gerombolan itu mulai mengibas-ngibaskan ekor mereka, jadi aku rasa mereka menyetujuinya.
Apa yang menggangguku sekarang adalah, betapa kurusnya mereka semua.
Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang.
Jadi, sekarang apa yang harus aku lakukan?
Ketika aku memurnikan gua, aku mulai menyadari betapa luasnya tempat ini.
Setidaknya berukuran lebih dari 50 meter baik secara horizontal maupun vertical.
Aku tidak dapat memastikannya dengan akurat.
Selain dari pintu masuk, tempat kita datang, masih ada dua jalan lain yang mengarah kesuatu tempat.
“Apakah kamu tahu apa yang ada disana?”
Aku menunjuk kedua jalan yang lain dan bertanya pada serigala.
Serigala menggelengkan kepala.
Mereka benar-benar mengerti apa yang aku katakana…
Meskipun aku tidak terlalu yakin.
Ketika aku melihat kearah serigala dan anjing lainnya, mereka merespon dengan cara yang sama.
Aku tidak mengerti apa yang aku katakana akan tetapi mereka mengerti maksud dari apa yang aku coba katakana.
Kalau begitu, bisakah aku mengandalkan mereka?
Yah, tidak ada gunanya berdiam terlalu lama disini.
Meskipun tempat ini begitu luas, aku tidak akan merasa tenang sampai aku tahu apa yang ada disana.
Aku tidak ingin diserang oleh sesuatu.
Aku harus mencari tahu apa yang ada disana.
Tidak bisa dipungkiri bahwa bisa saja akan ada serangan dari arah belakang.
Untuk sekarang aku berjalan mendekat kesalah satu jalan.
Dan mereka berenam mulai mengikutiku.
Sepertinya mereka ingin mengikutiku, aku mengandalkan kalian!

Komentar
Posting Komentar