Langsung ke konten utama

Campfire Cooking Vol 1 Chapter 1

Chapter 1 :  Aku Terjebak Kedalam Ritual Pemanggilan Pahlawan, Tetapi Semuanya Terlihat tidak Normal, Jadi Aku Melarikan Diri.

  
Translator dan Editor : Utsugi

 

 

Tanpa kusadari, Aku sudah berada di dalam dunia fantasi seperti di abad pertengahan dimana pedang dan sihir dapat dengan mudah ditemukan.

 

Namaku Mukoda Tsuyoshi. Pria lajang berusia 27 tahun, aku hanyalah pekerja kantoran pada umumnya yang tinggal di salah satu kota pinggiran di Jepang.

 

Jika ada yang bertanya kenapa Aku berada di dunia seperti ini, itu karena Aku Terjebak kedalam Ritual “Pemanggilan Pahlawan”. Aku membaca Web Novel untuk menghabiskan waktu, jadi Aku cukup familiar dengan alur cerita seperti ini sampai-sampai membuatku merasa bosan, tetapi dalam mimpi terliarku aku tidak pernah berharapkan ini akan benar-benar terjadi.

 

Dan aku rasa, aku bahkan bukanlah seorang Pahlawan, melainkan hanya warga biasa yang terjebak secara tidak sengaja..... siaalan ini bukan candaan.

 

Negara yang melakukan “Pemanggilan Pahlawan” adalah Kerajaan Reijseger. Meskipun seharusnya hanya Tiga orang yang dapat dipanggil, akan tetapi pada kenyataannya ada empat orang yang muncul- jadi orang yang bertanggung jawab di ruangan ini mengerutkan keningnya.  Meskipun demikian seseorang yang seharusnya merasakan ketidaknyamanan adalah orang-orang  yang dipanggil secara tiba-tiba ke dunia lain; dengan kata lain, adalah Kami.

 

Maksudku, mereka menghampiri kami dan memanggil kami dengan sebutan "Pahlawan".

 

Aku sudah mengetahui bahwa ini adalah dunia lain karena Aku sering membaca Web Novel seperti ini. Sejujurnya, Aku sedikit berharap karena mereka memanggilku “Pahlawan”. Tetapi harapan itu dengan cepat menghilang...

 

Tepat setelah Kami dipanggil, mereka segera memeriksa 'Status' kami menggunakan semacam alat sihir. Dalam kolom 'Job' pada 'Status' kami, semua orang kecuali Aku(Mereka semua mengenakan seragam sekolah, jadi, Aku pikir mereka semua murid SMA) mendapatkan “Hero from Another World”(Pahlawan dari Dunia Lain) tertulis disana, sedangkan padaku, “Victim from Another World”(Korban dari Dunia Lain).  Terlebih lagi, semua status mereka seperti HP dan MP berada di kisaran 700 sampai 800, sedangkan milikku hanya berada di kisaran 100.

 

Meskipun demikian, Angka-angka itu setidaknya berada di atas rata-rata orang-orang dari dunia ini, jadi Aku diberitahu bahwa aku setidaknya sedikit lebih kuat. Tetapi statusku sudah jelas tidak sebanding dengan mereka, jadi kenyataannya itu sama sekali tidak membuatku senang. Jumlah Skill yang aku miliki juga tidak sebanding dengan mereka bertiga. Begitu juga dengan skill yang kami semua miliki seperti “Appraisal” dan “Item Box”,  mereka semua memiliki skill yang mengejutkan orang-orang yang ada disana, seperti “Holy Sword Skill” atau “Holy Spear Skill” dan bahkan “Sacred Magic”.  Dan selain itu, mereka semua memiliki skill 'Elemental Magic' seperti; Api, Air, Angin, Suci, Petir, dan Es. Mereka adalah definisi dari Overpower.

 

Dibandingkan dengan mereka, Aku hanya memiliki Skill unik “Online Supermarket”

 

Reaksi keterkejutanku : Tidak, tidak, Skill apa-apaan ini? Maksudku, Aku tahu apa itu 'Online Supermarket'. Bahkan Aku sangat terbantu dengan adanya 'Online Supermarket'.

 

           Tapi ini adalah Skill, kamu tahu? Sebuah Skill.

 

            Seharusnya lebih seperti sihir atau sesuatu yang tidak jauh berbeda, kan?

 


Penduduk dari Dunia lain tidak mengetahui tentang Skill ini, dan mereka bertiga yang memiliki  'Job' Pahlawan  menertawakanku, Jadi terimakasih untuk Skill unik  yang membuatku dicap sebagai tidak berguna. Meskipun demikian, tidak diragukan lagi Aku telah dipanggil ke dunia ini oleh ritual “Pemanggilan Pahlawan”, jadi Aku dapat berpartisipasi dalam pertemuan dengan Raja, Tapi yang Ia katakan terdengar tidak sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi.

 

Menurut Raja :

 

 

·         Raja Iblis sering menyerang Negara ini karena Raja Iblis ingin menaklukkannya.

·         Mereka sudah melakukan berbagai cara dan berhasil menghentikannya untuk sekarang, tetapi mereka tidak tau sampai kapan mereka dapat mempertahankan Negara ini.

·         Para penduduk Negara ini telah menderita akibat peperangan yang terus berkepanjangan.

·         Dengan demikian, mereka tidak memiliki pilihan lain selain melakukan ritual “Pemanggilan Pahlawan

·         Itu adalah beberapa keinginan egois mereka setelah memanggil kami dengan seenaknya, terlebih lagi mereka menginginkan kami untuk menyelamatkan Negara ini.

·         Mereka yang berada di Negara ini tidak ada yang tahu bagaimana caranya mengembalikan kami kedunia tempat kami berasal, tetapi raja iblis mungkin mengetahui caranya, karena Ia mempunyai jangka hidup yang panjang dan sangat ahli dalam menggunakan sihir.

 

Jadi, ini terdengar seperti sebuah alasan.

 

Sudah jelas bahwa telah terjadi sesuatu di sini. Terlebih lagi mereka terlihat seakan-akan tengah menunda untuk memulangkan kami kedunia asal kami.

 

Dan juga, Raja berkata bahwa Negaranya dalam kesulitan, tetapi warga negaranya tidak terlihat menderita. Bukan hanya itu, bukankah Raja adalah seorang lelaki tua yang sangat gemuk, dan Ia mengenakan mantel yang bertaburkan batu permata yang terlihat mencolok dan bergemericik. “Berapa banyak batu permata yang kamu sisipkan dalam mantelmu?!”. Dan yang duduk di sampingnya, Istrinya, dan putri mereka yang berada disebelahnya, sama-sama mengenakan gaun yang mencolok dan memperlihatkan bahwa mereka hidup dalam kemewahan. Akankah keluarga kerajaan merasakan kesedihan atas keadaan rakyat mereka sedangkan mereka seolah-olah seperti menikmati kehidupan mereka yang berkemewahan seperti yang mereka bisa? Sembari mengaitkan satu-persatu pengamatan ini, Aku sampai pada satu kesimpulan bahwa ini adalah salah satu tipe ‘Pemanggilan ke dunia lain’ yang tidak baik.

 

Meskipun mereka memanggil kami dengan sebutan ‘Pahlawan’, pada akhirnya kami hanya akan dieksploitasi dengan sebaik mungkin untuk kepentingan Negara ini, seperti dikirim ke medan perang untuk memperluas wilayah kekuasaan Negara ini. Selain itu, Aku bahkan bukanlah seorang ‘Pahlawan’ jadi aku tidak berharap diperlakukan dengan baik; atau lebih parahnya lagi, Mungkin Aku akan di eksekusi. Jadi kuputuskan untuk lebih baik segera menginggalkan istana ini.

 

Itulah kenapa, sekarang, Aku sebisa mungkin bersikap rendah hati dan berkata:

 

“Karena Aku bukanlah seorang pahlawan, Aku hanya akan menjadi beban untuk semua orang yang berada disini. Jika itu terjadi itu hanya akan membuatku merasa bersalah, jadi jika Aku memiliki cukup uang untuk bertahan hidup selama dua atau tiga bulan itu cukup bagiku untuk mencari pekerjaan, Aku ingin berkelana dan hidup seorang diri” Dan seperti yang Aku harapkan, mereka memberiku 20 koin emas dan bergegas mengeluarkanku dari istana seolah-olah menyingkirkan sesuatu yang sangat mengganggu.

 

 

Jadi sekarang beginilah Aku, sedang berjalan-jalan disekitar jalanan Ibukota. Aku tidak tau apakah 20 koin emas itu cukup atau tidak, tetapi setidaknya Aku telah diberi beberapa uang untuk bertahan hidup.

 

            Aku bergumama : Aku perlu sesegera mungkin belajar tentang dunia ini, mulai dari nilai tukar mata uang terlebih dahulu, bukankah begitu? Kemudian Aku perlu meninggalkan Negara ini secepatnya. Dengan Raja seperti itu, Aku tidak dapat membayangkan akan seperti apa Negara ini nantinya, dan Aku tidak memikirkan hal baik akan terjadi jika Aku tetap berada disini. Baiklah, dengan ini sudah diputuskan, Ayo bergegas dan segera bertindak.

 

Bangunan-bangunan di Ibukota terlihat seperti bangunan abad pertengahan di Eropa.

 

Aku memanggil beberapa anak yang berada di pinggir jalan.

 

“Hey, apa kalian punya waktu sebentar? Aku baru saja datang dari luar Negara ini jadi Aku tidak begitu familiar dengan tempat ini. Aku akan mentraktir kalian beberapa tusuk sate dari kedai yang berada disana, jadi maukah kalian memberitahuku tentang beberapa hal?” Awalnya mereka mewaspadaiku, tetapi mereka tidak dapat berkompromi dengan perut mereka dan akhirnya menyetujui permintaanku.

 

Aku membelikan dua tusuk sate untuk setiap anak dan mendengarkan tentang apa yang mereka ketahui.

 

Hal pertama yang Aku tanyakan pada mereka adalah tentang nilai tukar mata uang disini, sesuatu yang dapat di perdebatkan adalah hal yang paling penting untuk dipelajari, dan berdasarkan dari kesimpulan yang mereka katakan :

 

1 koin besi → 10 yen (Rp. 1.245)

1 koin tembaga → 100 yen (Rp. 12.453)

1 koin perak → 1000 yen (Rp. 124.534)

1 koin emas → 10.000 yen (Rp. 1.245.343)

1 koin emas besar → 100.000 yen (Rp. 12.453.435)

1 koin platinum → 1.000.000 yen (Rp. 124.534.351)


Sate yang aku berikan kepada anak-nak itu seharga 5 koin besi setiap tusuknya. Jika sebuah keluarga yang terdiri dari 4 anggota keluarga memilik 6 koin emas, Mereka dapat bertahan hidup selama satu bulan.

 

Aku juga mendengar tentang ‘Guild Petualang’ dan ‘Guild Pedagang’, yang tidak terikat dengan Negara manapun (keduanya pada dasarnya adalah salah satu daya tarik dari novel bergenre fantasi), dan jika kita bergabung dengan salah satu guild ini ketika kita bisa melakukan perjalanan dari satu Negara ke Negara lain ataupun dari kota ke kota lain tanpa hambatan. Pada dasarnya, ini akan mengurangi biaya dalam perjalanan. Jika seseorang tidak memiliki kartu identitas dari ‘Guild Petualang’ atau ‘Guild Pedagang’, atau bahkan tidak memiliki kartu identitas sama sekali (orang-orang dari pedesaan atau anak-anak yang hidup di jalanan kebanyakan tidak memiliki kartu identitas), seseorang akan dikenakai pajak ketika mencoba masuk ke dalam sebuah Negara ataupun kota yang berada di dalamnya. Kejadian seperti ini adalah hal lumrah yang sering terjadi di novel bergenre fantasi.

 

Aku kemudian bertanya mengenai seluk beluk Negara ini. Lalu Aku diberitahu tentang, konflik dengan ‘Bangsa Iblis’ memang benar-benar terjadi. Alasan yang mereka katakana adalah untuk menghancurkan ‘Bangsa Iblis’ yang membahayakan manusia, tetapi pada akhirnya, tujuan mereka yang sebenarnya adalah pulau tempat tingggal iblis. Negara ini juga melakukan tindakan mencurigakan kepada Negara-negara tetangga yang di pimpin oleh manusia, Jadi untuk sementara waktu sedikit demi sedikit penduduk mereka telah meniggalkan Negara ini. Anak-anak ini juga mengatakan kepadaku bahwa mereka adalah anak yatim yang mana orang tuanya meninggal ketika perang terjadi.

 

Anak-anak ini mengetahui lebih banyak hal daripada yang aku bayangkan. Sepertinya, mereka melihat dan mendengar banyak hal karena mereka sering melakukan beberapa pekerjaan kasar untuk mendapatkan uang untuk bertahan hidup. Anak yatim yang tangguh…

 

Omong-omong, Aku berencana untuk tinggal di sini untuk malam ini dan meninggalkan Ibukota besok. Aku mendengar dari Anak-anak bahwa setiap harinya ada kereta kuda yang menuju ke kota bernama ‘Kiels’ yang teletak di perbatasan antara kedua Negara, Jadi Aku diberitahu untuk mengendarai itu untuk keluar dari sini. Selanjutnya, Aku akan melintasi perbatasan, dan mencari tahu lagi tentang informasi disana.

 

Bagaimanapun, keluar dari Kerajaan ‘Reijseger’ adalah hal yang paling penting. Untuk melakukan itu, Aku perlu uang, Akan tetapi Aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku memiliki 20 koin emas yang diberikan oleh keluarga kerajaan. Mereka mungkin memberi ku sedikit lebih banyak dari yang ku perlukan karena mereka merasa sedikit menyesal karena mereka memanggilku dan berakting layaknya seorang penculik amatir. Ya, beruntung bagiku bahwa Negara yang mencurigakan ini memberiku banyak uang. Ayo hidup dengan uang ini untuk sementara waktu, pikirku.

 

 

Aku tiba di Toko yang terkenal jujur dan ramah dikantong berkat rekomendasi anak-anak. Aku pergi kesana karena Aku masih memakai pakaian yang Aku kenakan ketika Aku di ‘Panggil’, jadi Aku terlihat menonjol dan menjadi pusat perhatian orang lain.

 

Aku mebeli baju berwarna gelap dan celana berwarna coklat agar bisa berbaur dengan para pejalan kaki. Harga pakian lebih mahal dari yang Aku kira yakni 7 koin perak, tetapi Aku berhasil menjual pakaian ku di toko itu, Seragam kantor, dan tas untuk 3 koin emas, jadi Aku mendapatkan keuntungan 2 koin emas dan 3 koin perak.

 

Aku mempertimbangkan untuk meletakkan Alat tulis, dokumen, smartphone, dan aksesoris berukuran kecil lainnya kedalam Item Box milikku, Akan tetapi Aku tidak tahu reaksi apa yang akan diberikan orang lain di dunia ini tentang keberadaan ‘Item Box’, Jadi Aku semestinya tidak menunjukkannya begitu gamblang di hadapan orang lain. Ada beberapa masalah di dalam Novel yang telahku baca  bahwa ‘Item Box’ dianggap sebagai keterampilan yang sangat berharga. Untungnya, si pemilik toko memberiku tas yang terbuat dari kain secara cuma-cuma, jadi Aku memasukkan barang-barangku kedalamnya.

 

Kurasa sepatuku tidak akan jadi masalah.

 

Sebelum Aku pergi, Aku bertanya tentang penginapan dengan harga terjangkau di dekat sini. Ia merekomendasikan penginapan yang berjarak tiga bangunan dari sini, jadi Aku mengikuti petunjuknya untuk menuju kesana. Penginapan yang direkomendasikan oleh pemilik toko seharga 4 koin perak untuk menginap selama satu malam, sudah termasuk biaya makan.

 

Setelah makan malam Aku kembali ke kamarku dan memeriksa semuanya yang kurasa perlu untuk diperiksa.

 

            Pertama-tama

 

            “Status Open

 

Nama              Tsuyoshi Mukouda

Umur              27

Job                    Victim from Another World

Level               1

HP                    100

MP                   100

Attack             78

Defense          80

Agility             75

Skills                Appraisal, Item Box

Unique Skill  Online Supermarket

 

Seperti yang mereka katakana ketika di istana, Ketika Aku mengucapkan “Status Opensebuah Jendela transparan muncul di depanku dengan bertuliskan Statusku diatasnya. Sepertinya hanya pahlawan yang di ‘Panggil’ yang memiliki skill ‘Appraisal’(Meskipun Aku bukanlah pahlawan) dapat memeriksa status mereka kapan saja. Menurut mereka, biasanya seseorang hanya bisa memeriksa status mereka menggunakan ‘Appraisal Magic Tool’ yang berada di cabang guild ataupun yang berada di kuil.

 

Oh ya, Mereka Menyombongkan diri tentang bagaimana item sihir yang digunakan untuk mengecek status adalah sesuatu yang dibuat oleh para pengrajin alat sihir dari Negara mereka dengan tetesan darah, keringat, dan air mata dalam pembuatannya, bukankah begitu?

 

Aku menggunakan ingatanku sebagai keterampilanku sendiri. Yah, mereka mengatakan bahwa nilai rata-rata orang-orang di dunia ini  berada di sekitaran angka 70, Menurutku Aku hanya sedikit lebih kuat diantara rata-rata orang yang ada di dunia ini. Skill “Appraisal” dan “Item Box” yang diberikan kepada semua orang yang di panggil, jadi semestinya itu adalah manfaat(bisa juga berarti hadiah) dari melakuakan ritual tersebut. Sepertinya Item Box yang di milik oleh orang yang di ‘Panggil’ memiliki kapasitas besar, dan ketika Aku berada di istana Aku mendengar seseorang mengatakan bahwa legenda dari pahlawan di masa lalu yang memasukkan lebih dari 1000 monster kedalam Penyimpanan mereka.

 

Aku juga diberitahu bahwa mereka yang di ‘Panggil’ dapat memahami bahasa dunia ini sejak mereka tiba. Mungkin itu juga termasuk salah satu manfaat dari ritual pemanggilan. Maksudku, semua itu adalah hal lumrah dalam sebuah cerita yang bertemakan dunia lain.

 

Masalahnya sekarang adalah Skill unik milikku, “Online Supermarket ”. Aku tahu definisi tentang “Online Supermarket”. Sebagai golongan orang yang lebih suka mengurung diri dirumah ketika akhir pekan, Aku sering menggunakannya. Aku suka memasak, jadi saat akhir pekan Aku akan memasak menggunakan bahan-bahan yang sudah Aku pesan sebelumnya, kemudian makan sembari menonton drama yang sudah Aku rekam, atau menghabiskan waktu dengan minum bir dan membaca semua web novel yang aku temui. Itu adalah rutinitasku ketika hari libur.

 

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana caranya menggunakan skill ini?

 

Online Supermarket” tidak ada yang terjadi ketika aku memanggil nama Skillku.

Kalau begitu, bagaimana jika Aku menyentuhnya? Dan ketika Aku menyentuh kalimat yang berada di layar statusku, tampilan jendelanya berganti.

 

“Ini sama persis seperti situs Belanja Online”. Situs yang sama persis dengan yang sering aku gunakan.

 

Untuk sekarang, Aku memilih satu botol air mineral ukuran 500 ml dengan harga 8 koin besi dan dua roti manis seharga 1 koin tembaga perbungkus kedalam keranjang belanjaan. Sepertinya, nilai tukarnya sama dengan harga barang yang berada di Jepang. Dan ketika aku akan melakukan pembayaran, terdapat kalimat; “Uang anda tidak mengcukupi. Tolong tambahkan dana kedalam rekening”. Sebuah kotak berbentuk persegi muncul di bawah kalimat pemberitahuan.

 

“Jadi, ini memberitahuku untuk menambahkan dana? Apakah Aku harus memasukkan koinnya disini?” Ketika Aku dengan ragu-ragu meletakkan koin perak mendekati kotak, itu dengan sendirinya menyedot koin yang sedang aku pegang.

 

Dan setelah itu akhirnya Aku selesai melakukan pembelian, partikel cahaya berwarna perak berkumpul di depan mataku dan secara perlahan membentuk sebuah benda. Itu adalah kotak kardus yang sering digunakan oleh situs itu untuk mengirim pesanan. Begitu aku membuka kotak, Aku menemukan air mineral dan roti manis yang aku pesan berada didalam.

 

“Ooohhhh, ini sangat membantu”

 

            Saat itu, Aku pikir, orang-orang penting yang bekerja untuk kerajaan tidak tahu apa-apa tentang skill unik milikku, selain itu skillku bukan digunakan untuk pertempuran, dan para pahlawan yang berada disana menertawaiku… tapi ini adalah skill yang bagus dan akan sangat berguna. Selama aku memiliki uang, aku tidak akan memiliki masalah mengenai makanan, dan aku mungkin bisa mendapatkan uang yang aku perlukan dengan menggunakan skillku. Skill ini tidak begitu kuat dibandingkan dengan skill “Pahlawan”, tetapi dengan skill ini aku bisa menjadi orang terkaya di dunia ini.

 

Menurut informasi yang aku dapat dari anak-anak, garam berharga tinggi di beberapa Negara yang tidak berdekatan dengan laut, dan rempah-rempah seperti lada atau gula hanya digunakan untuk bangsawan dan setingkatnya. Aku dapat menggunakan skillku untuk membeli beberapa garam, lada, dan gula dengan harga yang sama seperti di Jepang, lalu aku akan menjualnya dengan harga tinggi di dunia ini. JIka aku melakukannya, seharusnya cukup bagiku untuk mendapatkan keuntungan. Jika aku mengamati sekeliling dengan cermat, seharusnya ada produk lain yang dapat mendatangkan keuntungan. Bagaimanapun, Situs Belanja Online menyediakan kebutuhan sehari-hari dan juga makanan.

 

Oleh karena itu, Aku berencana mendaftar ke ‘Guild Pedagang’, tetapi melakukannya di negara ini mungkin akan menjadi langkah yang buruk. Jika mereka menyadari bahwa mereka dapat menghasilkan uang dari skill yang aku miliki, ada kemungkinan bahwa kerajaan akan menekanku. Jika aku ingin mendaftarkan diri, aku harus melakukannya di Negara berikutnya.

 

            Omong-omong, aku akan memulainya besok. Ayo segera bergegas dan pergi menjauh dari kota ini, kemudian melewati perbatasan. Aku mungkin tidak akan bisa tidur di tempat tidur untuk sementara waktu setelah malam ini karena aku akan melakukan perjalanan.

 

Jadi sesegera mungkin aku bergegas tidur, untuk persiapan perjalanan besok.

 

 

Setelah sarapan, Aku meninggalkan penginapan. Aku bergegas menuju tempat pemberhentian kereta kuda, aku bertanya tentang biaya dan jam berapa akan berangkat. Biaya perjalanan sebesar 1 koin emas, dan memakan waktu 4 hari perjalanan untuk sampai ke ‘Kiels’. Masih ada beberapa waktu sampai jam keberangkatan kereta kuda, jadi untuk sementara waktu aku pergi untuk menyiapkan makanan untuk 4 hari perjalanan dan senjata untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

 

Tentu saja, menggunakan ‘Online Supermarket’ di depan orang adalah ide yang buruk, dan pada kenyataannya Item Box adalah skill yang langka, itu akan mengakibatkan kegemparan jadi aku seharusnya tidak menggunakannya juga.

 

Aku membeli Waterskin(tempat penampung air yang terbuat dari kulit hewan), Jerky(daging kering), Black Bread(roti yang terbuat dari gandum hitam; lebih keras dan lebih banyak karbokidrat terkandung didalmnya), dan juga pisau besar yang tidak terlalu berat.

 

Dengan ini, semuanya sudah siab. Sekarang tinggal naik kereta kuda dan pergi dari ibukota. Selain aku, ada pedagang keliling setengan baya, pasangan suami istri dengan kedua anak mereka, dan perempuan berusia pertengahan 30an yang bertugas mengendarai kereta kuda. Ada juga ‘Party’ petualang yang terdiri dari 4 orang yang bertugas sebagai penjaga kereta kuda.

 

Sejak keberangkatan kami, Aku memulai pembicaran dengan penjual keliling yang duduk di sebelahku.

 

            “Apakah kamu pergi ke Kiels untuk menjual sesuatu?” Aku memulai dengan berbasa-basi.

 

            “Ya, Aku berhasil menemukan beberapa sabun dari seseorang. Aku berencana menjualnya kepada perusahaan dagang yang aku kenal di KielsOh, sabun, sungguh? Jadi dunia ini juga memilikinya.

 

Jadi, setelah perbincangan panjang kami, aku mengetahui bahwa sabun memang benar-benar ada, tetapi itu hanya digunakan oleh bangsawan. Sebatang sabun dijual seharga 3 koin silver.

 

Dan ketika aku bertanya secara tidak langsung tentang Item Box, Aku mulai mengetahui bahwa bangsawan dan perusahaan dagang bersekala besar akan mempekerjakan orang yang memiliki skill tersebut. Ia berkata bahwa orang-orang yang memiliki skill Item Box setidaknya sebanyak 1 dari 1000 orang, tetapi sepertinya ukurannya tergantung pada MP masing-masing orang, jadi jika seseorang tidak memiliki setidaknya Item Box berukuran cukup besar mereka tidak akan disewa oleh bangsawan ataupun perusahaan dagang.

 

            “Tidak masalah sekecil apapun Item Box yang kamu miliki, seharusnya berukuran lebih besar daripada yang dapat ku bawa dengan wooden backrack(penyannga punggu yang terbuat dari kayu; untuk mengaitkan barang sehingga dapat membawa banyak barang) milikku, jadi menurut pendapatku seseorang yang memiliki skill Item Box akan membuat siapapun merasa cemburu.” Katanya sembari tertawa.

 

            Jadi begitu, jadi skill Item Box memang dimiliki oleh beberapa orang, bahkan jika itu jarang ditemui. Selama Aku mengatakan bahwa skill Item Box milikku berukuran kecil, setidaknya tidak ada masalah untuk menggunakannya, pikirku.

 

“Jika Aku menjadi seorang pedagang, ditambah dengan skill Appraisal adalah keberuntungan, bukkankah begitu?” Aku menyudahi pertanyaanku tentang ‘Item Box’, jadi Aku mencoba bertanya tentang skill ‘Appraisal’ diwaktu yang sama.

 

“Ahh, itu adalah sesuatu yang di impikan oleh semua pedagang. Tetapi itu hanyalah sesuatu yang dimiliki dan dapat digunakan oleh pahlawan yang dipanggil dari dunia lain di dalam dongeng. Meskipun sebenarnya Aku berpikir bahwa itu tidak semestinya dimilik oleh seorang pahlawan, melainkan seorang pedagang. Appraisal, adalah mimpi bagi setiap pedagang ‘kan? Meskipun tanpa skill Appraisal, bukankah sebaiknya jika alat yang digunakan untuk pengidentifikasikan barang tersedia lebih banyak. Orang-orang terkadang menemukannya di reruntuhan kuno, tetapi itu barang yang sangat mahal jadi kamu tidak akan mungkin bisa melihatnya, jadi hanya Negara dan Guild yang bisa mendapatkannya.”

 

Wow, nyaris sekali. Aku tidak mengatakan apapun sembari menghela nafas lega di dalam kepalaku. Jadi skill Appraisal hanya dimiliki oleh seorang pahlawan yang dipanggil dari dunia lain, dan juga alat sihir. Tetapi itu sangat mahal sehingga tidak mungkin dimiliki oleh seseorang secara pribadi. Sepertinya Alat sihir jarang di temukan di dalam reruntuhan kuno(atau dengan kata lain, hanya ada di dalam dungeon dengan tingkat kesulitan tinggi), jadi mereka tentu saja tidak tersedia dengan jumlah banyak.

 

Untung saja Aku bertanya. Jadi sekarang Aku tahu pada kenyataannya tidak ada kemungkinan bahwa Aku akan di identifikasi.

 

Ketika kami berbicara tentang banyak hal, Aku akhirnya mengetahui bahwa pedagang keliling itu juga bertujuan untuk menyeberangi perbatasan. Dia sedikit membungkuk dan memberitahuku sebuah rahasia sembari berbisik.

 

            “Apakah kamu tahu kalau negara ini menjadi sangat mencurigakan akhir-akhir ini? Berbeda jika aku sudah berkeluarga, tetapi untungnya aku masih lajang, jadi Aku berfikir untuk meninggalkan Negara ini secepat mungkin. Rumor mengatakan  bahwa ‘Mereka’ akan segera menutup perbatasan.” Mereka akan menutup perbatasan? Menurutku, Negara ini memang mencurigakan. Untung saja aku tidak percaya dengan Negara ini dan memutuskan untuk pergi.

 

Di jalan menuju Kiels, monster seperti goblin dan serigala muncul (Seperti yang aku harapkan dari dunia fantasi yang dipenuhi pedang dan sihir, monster juga ada disini), tetapi para petualang melindungi kami dan melawan mereka tanpa masalah, jadi perjalanan berlangsung dengan lancer.

 

 

Ketika kita tiba di Kiels, menurut perkataan pedagang keliling tua aku harus naik kereta kuda lagi jika ingin melewati perbatasan.

 

            “Tidak mungkin…” di pos pemberhentian, terdapat pemberitahuan yang mengatakan bahwa, “Layanan kereta kuda sedang diberhentikan”

 

Apa maksudmu, “Di berhentikan?” apakah ini yang dimaksud oleh pedagang keliling dengan menutup perbatasan mereka? Tetapi jika memang ini kenyataannya, mungkinkah kota ini akan setenang ini?

 

Bagaimanapun, Aku membutuhkan lebih banyak informasi. Aku menuju restoran yang mana terdapat beberapa petualang yang mungkin telah mengunjungi berbagai macam negara berbeda berkumpul, jadi Aku dapat mengisi perutku sementara berada disana.

 

Aku duduk di dalam bar, dan menyapa kedua petualang yang kebetulan duduk di sebelahku.

 

            “Hey, kawan apakah kalian senggang?”

 

            “Tentu. Apa yang kamu butuhkan?”

 

            “Aku sebenarnya baru saja sampai disini beberapa waktu yang lalu, jadi aku ingin tahu beberapa hal…” Aku melambai kepada penjaga toko dan memesan dua gelas bir. Ketika Aku melakukannya, para petualang dengan gembira berkata, “Ah, kamu tahu yang kami inginkan,” dan segera memulai pembicaraan…

 

            “Jadi begitu. Dengan memberhentikan kereta kuda untuk melewati perbatasan akan membantu mencegah orang-orang pergi.”

 

            “Yaa. Jika populasi berkurang, demikian juga dengan jumlah tentara dan jumlah pajak yang didapat. Sekarang hanya kereta kuda, tetapi mereka mungkin akan benar-benar menutup perbatasan pada akhirnya. Meskipun begitu Negara ini sudah berperang dengan bangsa iblis, sepertinya mereka juga berencana memulai perang dengan kerajaan ‘Marveil’ juga.”

 

            “Bisa jadi, ini hanya masalah waktu hingga perang terjadi.” Mungkin karena mereka terlalu banyak minum jadi kedua petualang ini banyak bicara.

 

Negara dari bangsa iblis terletak di sebelah ujung utara berbatasan dengan Negara ini, sedangkan Kerajaan ‘Marveil’ terletak di barat. Aku berencana menuju kerajaan ‘Veenen’ di tenggara.

 

            “Kami berencana untuk mengucapkan selamat tinggal pada Negara ini secepat mungkin”

 

            “Berburu monster lebih cocok bagi kami daripada ambil bagian dalam peperangan. Kamu juga harus sesegera mungkin pergi dari negara”

 

Aku akan meninggalkan Negara ini jika Aku bisa, tetapi jika monster muncul di jalan apa yang orang sepertiku bias lakukan, hanya sedikit lebih kuat dari rata-rata orang, bisakah aku melakukan sesuatau. Sepertinya ini masalah serius, tetapi ketika Aku melihat para petualang, Aku memikirkan tentang sesuatu:

 

            Mengapa Aku tidak membuat permintaan di ‘Guild Petualang’? Mungkin akan memakan biaya cukup besar, tidak ada gunananya menjadi pelit untuk saat ini. Prioritas utamaku adalah meninggalkan Negara ini sebelum mereka menutup perbatasan untuk selamanya.

 

Aku memutuskan untuk membuat permintaan di ‘Guild Petualang’ untuk mengawalku ketika Aku melintasi perbatasan.

 

 

Keesokan harinya-----

 

            Baiklah kalau begitu, Ayo buat permintaan di ‘Guild Petualang’.

 

Guild berada di jalan utama jadi Aku dengan mudah menemukannya, tetapi masih pagi disana, jadi bangunana itu terasa penuh sesak. Seperti yang Aku duga, Para Petualang menatap kearahku ketika Aku masuk, tetapi Aku mencoba mengabaikannya.

 

            Aku disini hanya untuk membuat permintaan, sungguh. Jika mereka menyadari bahwa Aku adalah klien berdasarkan percakapan yang aku lakukan dengan resepsionis guild, kurasa tidak ada yang akan membuat masalah denganku.

 

Setelah Aku berdiri didalam barisan untuk beberapa saat, akhirnya giliranku tiba.

 

            “Permisi, Aku ingin membuat permintaan”

 

            “Permintaan? Apa yang kamu inginkan, tuan?”

 

            “Aku ingin menyewa pengawal untuk melewati perbatasan menuju ‘Veenen’. Dan juga, Aku tidak memiliki kereta kuda, jadi perjalanannya akan berlangsung dengan berjalan kaki… Ini pertama kalinya bagiku mengajukan sebuah permintaan, berapa banyak yang harus aku bayar untuk pekerjaan seperti ini?”

 

            “Misi pengawalan dengan berjalan kaki ya? Untuk permintaan seperti itu, anda membutuhkan setidaknya party yang terdiri dari petualang peringkat C, dan terlebih lagi dengan berjalan kaki, jadi itu akan memakan waktu yang cukup lama. Paling tidak, anda seharusnya menawarkan 7 koin emas.”  Sementara Aku berfikir bahwa 7 koin emas akan sedikit menguras dompetku, resepsionis mulai berbicara lagi. “Namun, karena Kereta kuda di berhentikan, kami banyak mendapatkan permintaan semacam ini. Jika Mempertimbangkannya lagi, imbalan 8 koin emas mungkin lebih sesuai.” Jadi begitu, jika jumlah perminataan yang sama meningkat, para petualang akan mengambil salah satu yang bayarannya lebih besar.

 

            Tetapi 8 koin emas? Ehm….

 

Sejujurnya mebayar sebanyak ini menyakitiku, tetapi kamu harus memecahkan telur untuk membuat omelet(untuk mencapai sesuatu harus mengorbonkan yang lainnya); tidak ada pilihan lain lagi.

 

            “Baiklah. Aku akan membayar 8 koin emas. Dan juga, dapatkah kamu memberitahu mereka bahwa Aku akan bertanggung jawab soal makanan mereka?” menurut perkiraan resepsionis, terdengar seperti 8 koin emas mungkin imbalan yang sedikit, jadi Aku menambahkan imbalan makanan kedalam perminataanku. Aku tidak buruk dalam memasak, dan selama Aku memiliki skill ‘itu’ aku bisa mendapatkan bahan makanan dengan harga murah, seharusnya tidak masalah.

 

            “Baiklah kalau begitu, terimakasih untuk bantuannya” setelah meninggalkan bayaran atas permintaan di atas meja, aku meninggalkan Guild Petualang.

 

 

Hari berikutnya, Aku mendapat kabar untuk datang ke Guild petualang. Ketika aku datang, Aku terkejut ketika mengetahui bahwa sudah ada yang menerima ‘permintaan’ yang aku buat. Aku tidak berharap akan diterima secepat ini, meskipun demikian aku ingin pergi secepat mungkin kalau bisa, jadi Aku sangat bersyukur.

 

Ketika di dalam Guild, Aku memperkenalkan diri kepada Party Peringkat C, “Iron Will

 

            “Aku pemimpin dari Iron Will: Senang berkenalan denganmu”

 

            “Namaku Mukohda. Senang berkenalan denganmu juga” hanya bangsawan yang mempunya nama keluarga, jadi untuk menghindari kecurigaan, Aku hanya memperkenalkan diri dengan nama belakangku, dan juga sebisa mungkin mengatakannya dengan logat asing.

 

Warner memiliki tubuh berotot, pria dengan tinggi 190cm berumur diawal 30an. Dia mempunyai Tameng besar berada di punggungnya, dan pedang tergelantung di pinggangnya. Pada lengannya yang tebal terdapat beberapa bekas luka lama, jadi dia benar-benar terlihat seperti petualang berpengalaman.

 

Dari perkenalan Warner, anggota party ini terdiri dari: laki-laki yang mengenakan armor kulit dengan pedang panjang tergelantung di pinggangnya bernama Vincent, ia seorang swordsman; seorang gadis muda yang terlihat seperti pengintai bernama Rita, dia menggunakan pelindung dada dan membawa pisau; seorang pria tua penyabar dengan rambut berwarna putih bernama Ramon, ia mengenakan jubah seperti seorang Mage; dan seorang wanita bernama Franka berumur diawal 20an dia seorang Healer, dia mengenakan pakaian serba putih mengingatkanku pada kebiasaan biarawati(omong-omong, ia memiliki dada yang besar)

 

Ini kelihatan seperti sebuah Party yang seimbang. Aku tidak berpikir bahwa Guild akan memperkenalkanku dengan orang-orang yang tidak kompeten, jadi Aku memutuskan untuk mempekerjakan mereka.

 

Setelah Aku berbicara dengan Warner, kami sepakat untuk berangkat besok jam 7 pagi, dan berkumpul di depan Guild Petualang. Kalau begitu, Aku seharusnya melakukan beberapa persiapan, karena aku akan menjadi orang yang menyiapkan semua makanan selama perjalanan.

 

Ketika perjalanan pulang menuju penginapan, Aku membeli sesuatu yang aku butuhkan untuk perjalanan.

 

Pertama adalah Mantel: dapat digunakan untuk menghalau dingin, dan ketika tidur aku bisa menggunakannya sebagai selimut, jadi sepertinya aku akan memerlukannya.

 

Aku juga membeli beberapa peralatan makan dan piring yang aku butuhkan, di toko.

 

Ketika berkeliling, aku juga menemukan banyak perabotan yang terlihat berguna, seperti kompor sihir. Sama seperti namanya, itu adalah kompor yang dapat menghasilkan api ketika seseorang mengalirkan kekuatan sihir ke kompor. Mereka mempunyai dua tipe kompor, akan tetapi kedua model kompor itu mahal. Saat itu juga, Aku tiba-tiba berpikir tentang: Mengapa tidak membeli kompor gas mini dari ‘Online Supermarket’ saja? Keduanya terlihat sama persis, jadi jika aku memberitahu para petualang bahwa itu adalah kompor sihir, tidak akan ada yang merasa curiga.

 

            Ok, ayo lakukan. Memeli kompor portable dari ‘Online Supermarket’ yang harganya lebih murah.

 

Dengan demikian sudah diputuskan, yang tersisa sekarang hanya tinggal membeli apa yang aku butuhkan menggunakan skillku, jadi aku segera kembali kepenginapan. Setelah sampai dikamar, aku melakukan pembelian dalam jumlah besar-besaran: kompor portable beserta tabung gas seukuran kaleng sebagai cadangan, sebuah panci dan wajan, pisau, telenan, dan beberapa bahan masakan yang berguna. Aku membeli bahan makanan untuk anggota party berjumlah 5 orang ditambah diriku, jadi aku memastikan untuk mendapatkan sebanyak mungkin. Aku mendapatkan beberapa sayuran (seperti kentang, wortel, dan daun bawang), selain itu ada keju, daging ham, sosis, dan telur. Aku juga membeli beberapa makanan siap saji. Terakhir aku membeli garam, kaldu blok, dan rempah-rempah lainnya.

 

Total keseluruhan, Aku menghabiskan kurang lebih 2 koin emas. Sebelumnya aku sudah menghabiskan 8 koin emas, 5 koin silver, dan beberapa koin tembaga dan koin besi.

 

Lama kelamaan dompetku semakin menipis. Aku telah memikirkan semuanya, tetapi hanya sampai aku tiba di ‘Veenen’. Setelah aku tiba disana, aku akan mendaftar di guild pedagang dan mengabdikan diriku untuk berdagang. Dan setelah mendapatkan cukup uang, aku akan melanjutkan perjalan  setelah mengumpulkan informasi.

 

Ayo bekerja keras untuk hidupku yang aman dan damai.

 

 

Ketika aku tiba di depan guild petualang pada waktu yang sudah di tentukan, aku mendapati anggota Party Iron Will sudah menungguku.

 

            “Maaf, aku terlambat”

 

            “Tidak, kami juga baru saja tiba sedikit lebih awal. Tidak usah khawatir” kata si pemimpin, Warner sembari tertawa. Sepertinya, mereka menanam kuat kebiasan ini pada diri mereka. Itu kebiasan yang baik, kurasa.

 

            “Baiklah kalau begitu, ayo berangkat” Aku mengangguk, dan segera berangkat menuju ‘Veenen’.

 

Formasi yang diterapkan Iron Will terlihat tanpa celah. Aku berada di tengah, dengan Rita sebagai ‘pengintai’ berada didepan, Vincent si ‘swordsman’ di kananku, Ramon si ‘Mage’ berada di kiriku, Franka si ‘Healer’ di belakangku dan di sampingnya ada Warner. Mereka membuat barisan untuk melindungiku, sebagai klien mereka, setiap saat.

 

            “Kita akan beristirahat sebentar” menuruti arahan dari Warner, kami memutuskan untuk istirahat.

 

Seperti yang aku janjikan, Aku mulai menyiabkan makanan. Meskipun begitu, tidak ada banyak waktu untuk menyiabkannya, jadi aku akan menyiabkan makanan sederhana. Aku mengambil kompor portable yang sudah aku beli sebelumnya, dari ‘Item Box’ milikku.

 

            “Oh? Jadi kamu pengguna ‘Item Box’, Mukohda. Dan itu adalah kompor sihir. Kamu memiliki sesuatu yang mengesankan”

 

Menanggapi komentar Vincent, Aku mengangguk, kemudian menjelaskan, “Kapasitas yang aku miliki sangat kecil.” Aku tahu bahwa pengguna ‘Item Box’ memang ada, jadi aku memutuskan untuk memberitahu mereka bahwa aku memiliki ‘Item Box’, tetapi kapasitanya kecil. Dengan begitu, akan lebih nyaman untuk mengeluarkan barang-barang milikku, yang semakin banyak, dengan cara ini, seharusnya lebih baik daripada dengan bersusah payah menyembunyikannya.

 

            “Aku mendapatkan kompor sihir dari kenalanku. Dia bilang bahwa sudah tidak menggunakannya lagi, jadi aku mendapatkannya dengan harga lumayan murah.” Aku segera menggunakan alasan yang sebelumnya sudah aku siabkan untuk menangani masalah kompor gas mini. “Sedikit berbohong demi tercapainya hasil yang diinginkan” berlaku disini.

 

Ketika aku berbicara dengan Vincent, aku mengeluarkan sepotong roti, beberapa daging ham dan keju untuk membuat sandwiches. Aku juga membuat sup Consommé(Sup bening yang terbuat dari kaldu yang kaya akan rasa) dan menghidangkannya ke dalam mangkuk kayu. Tentu saja, Aku memastikan bahwa mereka tidak melihatku ketika membuatnya.

 

Setelah aku menuangkan air yang sudah aku rebus dengan kompor gas mini kedalam cangkir, makan siang siab dihidangkan.

 

            “Semuanya, makanannya sudah siab” aku membagikan mangkuk yang berisikan sup dan sepiring sandwich untuk setiap orang.

 

            “Baiklah, kurasa aku harus memakannya” mengikuti Warner, semua orang mulai makan.

 

            “M-mmaknyus!”

 

            “Rotinya sangat lembut dan lezat”

 

            “Ya, ya, rotinya empuk banget dan kaya rasa.”

 

 “Supnya juga enak”

 

            “Oh, ini enak banget.”

 

            “Enaknya…”

 

Begitulah reaksi Vincent, Franka, Rita, Warner, dan Ramon. Baguslah jika mereka menyukainya. Aku membuatnya dengan semua kemampuan yang kupunya…

 

Mereka sebenarnya sangat terkejut tentang roti yang ku hidangkan. Sebenarnya, hanya bangsawan yang bisa mendapatkan roti selembut ini. Tentu saja, semua roti yang aku makan sampai sekarang di dunia ini berwarna hitam atau kecoklatan dan sekeras batu. Untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut aku memberitahu mereka, “Roti ini terbuat dari resep rahasia keluarga. Aku membawa banyak sebelum pergi dan memasukkannya ke dalam ‘Item Box’ milikku”

 

Semua orang terdiam, dan seseorang mengaktan, “Bukannya ini sangat berharga…!” Tetapi aku menjawab dengan mengatakan kepada mereka bahwa “Makanan dibuat untuk dimakan.” maksudku, aku bisa mendapatkan lebih banyak roti kapan saja dengan skillku.

 

            “Bagaimanapun, sangat beruntung bagi kita karena bisa mendapatkan makanan hangat ketika di perjalanan” kata Warner, dan semua orang mengangguk setuju.

 

            “Keputusan tepat bagi kita untuk mengambil ‘permintaan’ ini” kenyataannya, ketika sedang melakukan perjalanan, sudah sewajarnya bila hanya memiliki makanan hambar seperti kanpan(biscuit keras terbuat dari tepung terigu dan sedikit air, makanan tentara di saat perang) atau dendeng daging, jadi makanan yang aku sajikan terlihat seperti jamuan makan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan jauh. Sepertinya makanan enak adalah pencair suasana dimanapun itu berada, sehingga percakapan berlangsung dengan menyenangkan.

 

Ternyata, anggota Party Iron Will juga merasakan keresahan ketika berada di Negara itu, jadi baru-baru ini mereka juga berencana pindah ke Negara lain. Saat itulah mereka melihat ‘permintaanku,’ dan mengganggap bahwa itulah waktu yang tepat, jadi mereka menerimanya. Sebenarnya, ada permintaan lain dengan imbalan lebih besar, tetapi mereka sebenarnya tidak begitu membutuhkan uang untuk sekarang, dan karena aku berjanji untuk menyediakan makanan selama perjalanan, mereka akhirnya mengambil permintaanku. Sepertinya biaya makan untuk lima orang bukanlah sekedar lelucon, pikirku.

 

            “Tidak, tidak, Aku seharusnya yang mengucapkan terimakasih pada kalian semua karena telah menerima ‘permintaanku’. Aku juga datang ke ‘Kiels’ karena berencana pergi secepat mungkin, tetapi ketika mengetahui bahwa kereta kuda sudah diberhentikan beroperasi, sementara waktu aku merasa panik, memikirkan tentang apa yang harus aku lakukan. Jadi aku berterimakasih untuk kalian semua, berkat kalian aku bisa melakukan perjalanan ke ‘Veenen’. Meskipun aku terlihat seperti ini, aku cukup percaya diri dengan masakanku, jadi serahkan urusan makanan padaku.” Setelah aku mengatakan itu, mereka semua tersenyum.

 

Mereka memiliki hidangan makanan yang enak untuk di nantikan selama sisa perjalanan.

 

Aku akan berusaha semampuku, jadi tolong temani aku sampai ke ‘Veenen’ dengan selamat.

 




NB : Catatan dari Translator sekaligus Editor PJ ini ( Ia untuk menggantikan laki-laki sedangkan Dia untuk perempuan.)

Dan untuk tulisan bertanda kurung itu adalah penjabaran dari yang aku kethui tentang kata” tidak umum aatu jenis” makanan yang jerang terdengar di sini. Untuk tanda baca (‘’) di gunkana untuk menunjukkan nama tempat, nama skill dengan bhs inggris dan istilah dalam bhs Indonesia yang sudah diterjemahkan agar mempermudah dalam membaca.

Salam hangat dari Utsugi,...

 



SEBELUM I INDEX I SELANJUTNYA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Unwanted Undead Adventurers Light Novel Bahasa Indonesia Index

The Unwanted Undead Adventurers Light Novel Concept & Desighn Character The Unwanted Undead Adventurer 1 Chapters : Prologue (プロローグ Purorōgu?) 01. A Grasp of the Situation and Existential Evolution (現状把握と存在進化 Genjō Haaku to Sonzai Shinka?) 02. Rina the Adventurer (冒険者リナ Bōken-sha Rina?) 03. A Certain Undead's Town Infiltration (不死者、街に侵入 Fushi-sha, Machi ni shinnyū?) 04. The Labyrinth of the Reflected Moon and Troublesome Restrictions (《水月の迷宮》と足手まとい 《Suigetsu no Meikyū》 to Ashidematoi?) 05. Proof of Inhumanity (人外の証明 Jingai no Shōmei?) Side Story: The Day When Rentt Snapped ~ Adventurer Lorraine's Sixth Year~ (レントが切れた日~ロレーヌ冒険者六年目の日~ Rento ga Kireta Hi ~ Rorēnu Bōkensha Rokunenme no Hi ~?) The Unwanted Undead Adventurer 2 Chapters :  01. The Labyrinth of the New Moon (《新月の迷宮》 《Shingetsu no Meikyū》?) 02. Contact by Magic (魔術契約 Majutsu Keiyaku?) 03. A New Weapon and Newfound Strength (新たな武器と力 Aratana Buki to Chikara?) 04. Dragon Blood Blossom...

Chapter 1 : Pahlawan?........Bukkan, bukan aku!

  Summoned to Another World... Purification Is basic! Chapter 1 : Pahlawan?........Bukkan, bukan aku!   Translator : utsugi.   Sepertinya sesuatu hal diluar nalar telah terjadi. Semua yang kulihat berwarna putih. Aku tidak pernah mengira bahwa apa yang sedang terjadi adalah kenyataan. Ah, tunggu sebentar, ijinkan aku menginagat apa yang sedang terjadi. Oh iya! Aku tertabrak truk. Aku ingat melihat cahaya menyilaukan disaat-saat terakhirku. Dan… ada empat orang selain diriku. Rupanya, kami tertabrak secara bersamaan dan sekarang tengah mengambang karena suatu alasan. Eh? Mengambang… Apa yang sedang terjadi? Mengapa? Lhoh kok? Mereka berempat mulai bersinar……. Apa yang sedang terjadi? Kenapa aku…. Tidak bersinar? Kenapa?             [Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?] ……Aku dapat mendengar suara menggerutu dari suatu tempat. Aku bertanya-tanya darimana suara itu bera...

Chapter 7 – Hewan-hewan………….Semuanya menuju ke bagian terdalam.

  Chapter 7 – Hewan-hewan………….Semuanya menuju ke bagian terdalam.   Penerjemah : Utsugi   Ketika kabut hitam yang menyelimuti gunungan mayat mulai memudar, gunugan mayat para serigala berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang. Mengigat bahwa ada begitu banyaknya mayat serigala, cahaya muncul dari segala penjuru dan kemudian menghilang. Aku tidak bisa mengatakan apapun karena mereka sudah menjadi mayat, tetapi aku pikir kalau ini sangat indah dalam artian lain. Setelah melihat cahaya terakir menghilang, aku mengamati serigala yang masih hidup. Mereka terlihat sama seperti serigala yang telah membahawaku kesini tetapi keempat serigala lainnya berukuran lebih kecil. Terutama yang satu ini, apakah dia……anjing? atau salah satu dari mereka. Wajahnya terlihat menakutkan akan tetapi sangat mirip dengan anjing. Sepertinya memang anjing. Dia tidak semenakutkan serigala pertama yang aku temui. Serigala pertama yang aku temui cukup bijaksana. Pada awalnya ...