Chapter 5 : Kemana Kita Akan Pergi……….Ayo Pergi Bersama!
Penerjemah : Utsugi
Tentu saja, aku dikejutkan oleh sihir.
Aku bisa melakukan ini karena sihir ada di dunia ini.
Tidak mungkin hal seperti ini terjadi di duniaku.
Apakah ada penyihir terkuat disini?
Aku ingin bertemu salah satu dari mereka meskipun aku takut.
Aku bahkan tidak bisa pergi kemanapun karena aku tidak tahu dimana aku sekarang.
Serigala meregangkan tubuhnya dan mengendurkat otot-ototnya.
Apakah dia ingin pergi ke suatu tempat?
Sepertinya kita tidak akan terus bersama.
Sungguh disesalkan.
Lhoh?
Apa yang harus aku lakukan agar bisa meninggalkan tempat ini?
Hmmm, aku bahkan tidak tahu kenapa aku bisa berada disini.
Dengan kata lain…..
Yah, seharusnya aku tidak memikirkannya.
Lain kali saat aku bertemu orang-orang itu, aku akan menghajar mereka.
Jadi, jalan mana yang harus aku pilih untuk meninggalkan hutan ini?
Lebih tepatnya, aku baru menyadari kalau ada terlalu banyak kabut hitam menghalangi pandanganku.
Seberapa kuat arwah gentayangan ini……..atau kutukan…..Apakah ini memang kutukan?
Jika kabut hitam adalah kutukan…..hutan ini adalah hutan terkutuk.
Dan aku berada disini…..Menakutkan.
Huh, bukan saatnya untuk memikirkan itu.
Selanjutnya apa yang harus aku lakukan?
Ah, Serigala itu pergi.
“Sayang sekali.”
Hnn?
Dia berhenti setelah beberapa langkah.
Dia berbalik menatapku.
…..Apakah dia ingin aku mengikutinya?
Dia ingin menuntunku?
Apakah dia tahu kearah mana aku akan pergi…
Namun, bahkan jika aku tetap disini, tidak ada yang bisa aku lakukan jadi aku akan mengikutinya.
Aku akan berlari….eh, aku menusulnya!
…..Nhhh, aku seharusnya tidak bisa berlari secepat ini.
Jalur yang kita lewati terjal dan menanjak.
Dan tidak masalah bagiku.
Karena aku dengan mudah melewati semua itu, aku tidak terlalu mempedulikannya dan mengagapnya sebagai keberuntungan.
Mulai sekarang, ayo berpikiran positif.
Serigala itu melihatku mengikutinya.
Kurasa aku harus berlari disebelahnya.
Ketika kami mencapai tebing setinggi 10 meter, aku dengan mudah melompatinya dengan empat hingga lima langkah.
Yah, aku tidak peduli.
Aku hebat dalam hal ini.
2 meter di depanku ada pintu masuk.
Itu terlihat seperti gua tetapi di dalamnya sangat hitam jadi aku tidak bisa melihat apapun.
Itu kutukan, sungguh menyebalkan.
Serigala ingin masuk kedalam akan tetapi kutukan itu tampak menghalanginya.
Dia menatapku.
“Kamu mau pergi kedalam?”
Ketika aku menatapnya, seperti dia menginginkanku untuk melakukan sesuatu.
Karena itu menyangkut, ‘pemurnian’.
Komentar
Posting Komentar