Chapter 3 :Anjing……Bukan, Serigala?
Translator : Utsugi.
Rasa-rasanya, aku merasakan intimidasi dari arah belakangku.
Aku ingin melarikan diri tetapi….itu tidak mungkin.
Supaya tidak menyebabkan gerakan mengancam, aku perlahan berbalik dan melihat ada apa disana.
Besar!
Ah, Anijng ini juga diselimuti kabut hitam…..apakah dia baik-baik saja?
……….Itu anjing kan?
Wajahnya sangat menyeramkan.
Seekor anjing tidak mungkin semenyeramkan ini, jadi apakah itu Serigala?
Sejujurnya itu sangat mengintimidasi jika dia benar-benar seekor anjing.
Sialan, itu memang Serigala!!
….Kurasa aku harus menghentikan berkhayal. Apa yang harus aku lakukan?
Bertarung dengan Serigala……….HAhahahaha, rencana absurd macam apa itu.
Kalau begitu, bagaimana jika pergi meninggalkan tempat ini secara diam-diam atau berjalan dengan santai?
Atau berlari sekencang mungkin tanpa melihat kebelakang?
Ah, tidak, jika aku lari, aku akan diserang. Menurut acara di TV……..tapi itu untuk menghalau beruang?
Sialan, gimana ini?!
Ketika aku menggerakkan kakiku untuk mencoba melarikan diri, wajahnya menjadi semakin menakutkan.
Dia mengerang! Mengerang?
Kenapa terdengar berbeda??
Ahhhh, menakutkan!
Berguling! duduk! Serigala!
Hari ini adalah hari paling sial!
Lhoh? Melihat dengan seksama, bukankah dia terlihat tidak bertenaga.
Kakinya tidak bertenaga dan bukannya dia sangat kurus.
…apakah dia baik-baik saja?
Ah, atau mungkin dia mengira aku adalah makanan?
Ok, ok……aku harus bergegas pergi dari sini.
Ketika aku menggerakkan kakiku lagi……..dia menggerang lebih kencang.
Sulit rasanya untuk kebur.
Ah……dia jatuh. Ada yang salah.
Ketika dia jatuh, kabut hitam yang menempel di kakinya kini menyelimuti tubuhnya.
…………terlihat mengerikan.
Dia menggerak-gerakkan kakinya penuh kesakitan.
Ah, apakah semua ini disebabkan oleh arwah gentayangan?
Ada banyak sekali kabut hitam………..hutan ini dipenuhi oleh kutukan dari para arwah gentayangan?
……Ha, itu tidak ada sangkut-pautnya denganku
…..Tetapi ini terlihat sangat buruk.
Aku panik.
Tidak masuk akal.
Sialan, aku harus tenang.
Tarik nafas, hembuskan………..fuuuuhh…..
Aku harus memikikran tentang apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu.
Dia terlihat kesakitan jadi…..Aku harus menolongnya.
Aku menyukai binatang. Aku memiliki tiga anjing besar dirumah.
Mereka sangat manis.
Kurasa itulah sebabnya meskipun aku takut ketika dia menggerang……..aku masih ingin menolongnya.
Aku perlahan mendekati serigala.
Geramannya sangat menakjubkan…………Aku sangat takut.
Tetapi aku tidak akan menyerah.
Pertama-tama, aku berusaha untuk membuat kabut hitam itu menghilang menggunakan sihir pemurnian.
Itu seharusnya dapat digunakan……Yosh!
Aku mendekatkan tanganku dan menyentuhnya.
“Purification!”
Kabut hitam yang menyelimuti serigala menjadi cahaya terang dan menghilang.
Omong-omong, apakah benar kalau ini ulah arwah gentayangan?
Atau mungkin kutukan?
……….bisakah aku sedikit tenang sekarang?
Komentar
Posting Komentar