Chapter 11 – Sihir……Ini Semua Soal Bagaimana Membayangkannya.
Rangkap Jabatan : Utsugi
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku memurnikannya jadi aku mencobanya dan gagal total.
Sihir pemurniannya bekerja tetapi aku tidak berhasil memurnikannya……aku terkejut.
Maaaa, aku pengguna sihir pemula jadi wajar hal itu akan terjadi.
Itu mengingatkanku, seharusnya ada perbedaan tingkatan antara sihir pemula dan sihir tingat atas.
Aku benar-benar pemula.
Dan juga aku mempelajarinya dengan otodidak.
……
Sepertinya kutukan yang sangat kuat mendiami batu ini.
Hmmmmm, sihir pemurnianku yang sebelumnya begitu lemah.
Sepertinya diperlukan sihir pemurnian yang lebih kuat.
……..sihir pemurnian yang lebih kuat?.......itu sangat sulit bagiku yang sama sekali tidak mengetahui apapapun tentang sihir.
Haruskah aku membayangkannya menjadi lebih kuat?
Sampai sekarang, aku membayangkannya seolah-olah seperti mengangkat dan menghilangkan kotoran……begitulah bagaimana aku membayangkan sihir pemurnian, membersihkannya.
Sangat mudah karena aku sering melihat hal seperti itu di dalam iklan.
Bagaimanapun, itu hanya meninggalkan sedikit efek pada batu bernyawa di depanku.
Untuk menghilankan kutukan……aku membutuhkan mantra yang kuat.
Aku perlu untuk membayangkan bahwa kutukan ini benar-benar terhapuskan.
Kutukan, beberapa film memenuhi pikiranku tetapi mereka semua berbeda.
Aku harus membayangkan membersihkan semua kotoran yang diangkat oleh air beserta noda membandel yang juga ikut di bersihkan.
Omong-omong tentang noda membandel, contoh yang paling bagus adalah……oli.
Noda oli yang membandel, haruskah aku menggunakannya?
Tidak sulit untuk membayangkannya.
Untuk menghilangkannya……aku harus membayangkan seolah-olah mengelupasnya.
“Purification”
Batu bernyawa di depanku bersinar putih.
Ketika aku melihatnya, bagian hitam yang terkena kutukan perlahan tapi pasti mulai mengelupas, menghilang diudara.
Aku juga mendengar suara retakan, apakah aku melakukannya dengan metode yang tepat.
Yahh, selama kutukan terangkat, tidak ada masalah……aku yakin tidak akan ada masalah.
Kutukan terakhir mulai terkelupas dan menghilang.
“Ah, seperti yang aku duga.”
Yang lebih mengejutkan, sepertinya ini bukanlah batu terkutuk yang bernyawa.
Melainkan burung bermandikan darah tepat di hadapanku.
Burung ini, memberikan perasaan yang sama seperti pertama kali bertemu serigala.
Bagaimanapun, burung ini hanya seukuran burung gereja.
Meskipun dia menjadi material yang sangat besar berkat kutukan, pada akhirnya, dia hanya seekor burung.
Aku di kejutkan oleh burung ini akan tetapi ukurannya lebih mengejutklanku.
Dia diselimuti darah…sekarang dia terlihat lebih menakutkan daripada mengejutkan.
Apakah dia akan menyerangku jika aku mendekatinya?
Burung yang diselimuti darah mengepak-ngepakkan sayapnya padaku.
Dia berhenti melakukan hal itu ketika jariku menyentuhnya.
Darah itu terlihat mengerikan, sangat mengerikan.
Melihatnya dari dekat, burung ini memiliki luka besar di dadanya.
Ini……bagaimana dia mendapatkannya?
……apakah lukanya disebabkan oleh pelindung yang aku buat?
Jika seperti itu, aku minta maaf.
Luka itu seharusnya akan tertutup seiring berjalannya waktu.
Menyembuhkan luka……terdengar susah.
Jika aku membayangkan luka, aku hanya bisa membayangkan darah mengalir.
Tidak.
Aku harus membayangkan sel-sel yang terluka beregenerasi terlebih dahulu lalu giliran bagian kulit yang beregenerasi.
……aku sangat khawatir.
“Heal dan Clean”
Dada burung itu ditutupi cahaya merah muda pucat dan lukanya menghilang.
Pada waktu yang sama, seluruh tubuhnya bersinar dan kotoran ditubuhnya menghilang.
Disaat ketika darah dan kotoran menghilang, seekor burung cantik hinggap di ujung jariku.

Komentar
Posting Komentar